Menu

Mode Gelap
 

News

Anggota DPRD Manggarai Timur Fraksi PDI Perjuangan Desak Pemerintah Bentuk Satgas  Bencana Alam


					Paulus Yohanes Yorit Poni, S.Sos Anggota DPRD Manggarai Timur/ Ketua Fraksi PDI Perjuangan. Perbesar

Paulus Yohanes Yorit Poni, S.Sos Anggota DPRD Manggarai Timur/ Ketua Fraksi PDI Perjuangan.

Harianlabuanbajo – Intensitas hujan yang sangat tinggi menyebabkan terjadinya bencana alam hampir di semua wilayah Kabupaten Manggarai Timur. Tidak terkecuali di wilayah Kecamatan Elar Selatan. Hampir di semua tempat terjadi bencana, seperti tanah longsor dan tanah bergerak.

Atas kondisi tersebut Anggota DPRD Manggarai Timur Paulus Yohanes Yorit Poni mendesak Pemerintah Manggarai Timur agar segera bentuk Satgas bencana alam di Manggarai Timur.

“Saya mendesak Pemda Manggarai Timur agar segera bentuk Satgas penanganan bencana,” tutur Yorit Poni kepada media Jumat, 31 Januari 2025.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Manggarai Timur itu menilai, dengan terbentuknya Satgas Bencana, proses penanganan kebencanaan terkonsolidasi dengan baik. Sehingga, semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak berjalan sendiri-sendiri dalam penanganan bencana.

“Contohnya di Dopak, Desa Sangan Kalo terjadi fenomena tanah bergerak dan juga tanah longsor pada jalur jalan segmen Lewurla-Lempang Paji yang menghambat akses utama masyarakat. Minimnya koordinasi akhirnya masing-masing OPD jalan sendiri-sendiri sehingga kurang efektif. ” ungkap Yorit Poni.

“Sementara itu, fenomena tanah bergerak di Dopak sudah dari tahun 2019. Namun sampai saat ini tidak ada perhatian serius dari Pemerintah Daerah dalam menangani bencana tersebut,” tambahnya.

Untuk itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan meminta kepada Pemerintah dalam pelayanan publik termasuk penanganan bencana tidak ada diskriminasi.

“Jangan karena jalan yang jelek pemerintah tidak mau turun ke lokasi bencana atau no viral no respon,” tegasnya.

Manggarai Timur darurat bencana, disisi lain BPBD keterbatasan sarana dan prasarana dalam merespons pengaduan bencana masyarakat. Untuk itu, Satgas bencana penting dibentuk agar sistem penanganan bencana terintegrasi dan terlembaga dengan baik serta melibatkan semua komponen pemerintah sampai ke tingkat pemerintah Desa. Dengan demikian mitigasi penangan bencana berjalan efektif.

Untuk di ketahui bahwa ada 9 Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat fenomena tanah bergerak ini, dan pada saat ini mengungsi sementara di rumah keluarga dan di pondok persawahan. (Fansi Gunawan)

Artikel ini telah dibaca 514 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemdes Golo Riwu Tetapkan APBDes 2026, Pemberdayaan dan Kesehatan Jadi Titik Fokus

6 Maret 2026 - 19:07

Laporan Suhardi Masuk Tahap Penyidikan, Kuasa Hukum Ungkap Penyidik Kantongi Alat Bukti

6 Maret 2026 - 08:32

Kongres Biasa PSSI Manggarai Barat Simpulkan 4 Titik Fokus, Termasuk Pembinaan Usia Dini

1 Maret 2026 - 21:06

Golo Riwu Jadi Lumbung Porang 2026, Kades Edo Luncurkan Program ‘Investor Serbu Desa’

1 Maret 2026 - 15:02

DPRD Perindo Mabar Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Tindak Pidana Pemalsuan Surat

26 Februari 2026 - 08:21

Dugaan Pemalsuan Dokumen,Anggota DPRD Mabar Diperiksa Reskrim Polres Mabar

25 Februari 2026 - 18:36

Trending di Daerah