Harianlabuanbajo – Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan berbagai kegiatan lomba yang melibatkan SMA se-Kabupaten Manggarai Timur.
Kegiatan ini dilaksanakan sejak tanggal 29 April hingga 1 Mei 2025 di Borong, Kabupaten Manggarai Timur. Dalam event yang berlangsung selama 3 hari, SMAN 1 Elar berhasil meraih enam penghargaan.
Juara 1 Lomba Kihajar STEM atas nama Yohanes C. Lando, Juara 2 Lomba Kihajar STEM atas nama Dastri A. Rifon, Juara 1 Lomba Vlog Pemanfaatan Multi Media atas nama Eufrasia M. Lenus, Juara 2 Lomba Vlog Pemanfaatan Multi Media atas nama Lutgardis M. Pea, Juara 3 Lomba Vlog Pemanfaatan Multi Media atas nama Frumensius G. Amwa dan Juara 3 Adletik atas nama Febrianus Rae.
Kepala sekolah SMAN 1 Elar Hermanus Ernus merasa bangga dengan prestasi yang di raih oleh Duta SMANSA Elar dalam ajang O2SN. Prestasi yang di dapat ini bukan merupakan suatu kebetulan tetapi ini merupakan buah dari usaha dan kerja keras dari peserta lomba dan guru pembimbing.
“Kami bangga karena dalam setiap ajang atau perlombaan nama SMAN 1 Elar selalu ada. Dan kali ini SMA 1 Elar telah menoreh beberapa prestasi yakni juara 1, 2 dan 3 untuk lomba vlog pemanfaatan multi media sedangkan juara 1 dan 2 untuk lomba Kihajar STEM,” jelas Kepala Sekolah SMAN 1 Elar dalam rilis yang diterima Harianlabuanbajo.com, Kamis (01/05/2025).
Lomba ini diselenggarakan oleh UPTD Tekkomdik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.
Sementara itu, di ajang O2SN SMAN 1 Elar berhasil meraih peringkat 3. Kali ini SMAN 1 Elar cukup banyak meraih prestasi.
“Semoga dengan prestasi ini, kami selalu kompak dan terus meningkatkan bakat dan minat peserta didik,” harapnya.
Kepala Sekolah SMAN 1 Elar berkomitmen bahwa setiap siswa yang berprestasi secara akademik maupun dalam berbagai perlombaan akan mendapatkan sumbangan potongan komite. Jadi untuk kali ini ada 6 orang yang berprestasi akan diberikan potongan sumbangan komite.
“Jadi potongan sumbangan komite sebagai bentuk apresiasi lembaga terhadap peserta didik yg berprestasi. Dan ini juga salah satu cara untuk memotivasi peserta didik agar bersaing untuk mengikuti kegiatan perlombaan yang diselenggarakan oleh dinas atau MKKS. Semoga ke depan kami tetap solid utk membimbing peserta didik agar tetap menoreh prestasi dalam setiap perlombaan,” tutupnya.













