Menu

Mode Gelap
 

Nasional · 25 Agu 2023

ASEAN-China Perkuat Kerja Sama Penanggulangan Kejahatan Non Tradisional


 AMMTC 10 ASEAN plus China.(Ist) Perbesar

AMMTC 10 ASEAN plus China.(Ist)

Harianlabuanbajo ASEAN-China menyepakati kerja sama penanggulangan kejahatan Non tradisional.

Kerja sama tersebut disepakati pada momen pertemuan AMMTC plus China ke-10 dalam rangkaian AMMTC ke 17 di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

“Kemitraan ASEAN dengan China dalam penanggulangan kejahatan non tradisional semakin menguat dengan disepakatinya kerja sama dalam penanggulangan kejahatan non tradisional dengan disetujuinya implementasi rencana kerja baru yang akan dimulai pada tahun 2024, yaitu ASEAN Plus China Senior Officials Meeting on Transnational Crime (SOMTC + China) Work Plan on Cooperation to Combat Transnational Crime (2024-2028),” terang Kadivhubinter Polri, Irjen Pol Khrisna Murti

Rencana Kerja ASEAN-China selain mencakup bidang kejahatan transnasional di bawah lingkup AMMTC, seperti terorisme, perdagangan obat terlarang, perdagangan orang (TPPO), pencucian uang, pembajakan laut, penyelundupan senjata, internasional kejahatan ekonomi, kejahatan dunia maya, juga masalah keamanan non-tradisional yang disepakati bersama oleh ASEAN dan China.

Dengan cara yang sama, implementasi kerja sama dalam penanggulangan kejahatan non tradisional akan berfokus pada pertukaran informasi, pertukaran dan pelatihan personel, kerja sama penegakan hukum, dan kegiatan lainnya dalam pengembangan kapasitas.

“Menguatnya kemitraan ASEAN dengan China merupakan salah satu bukti bahwa kejahatan bersifat universal sehingga perbedaan menjadi luntur dengan adanya kepentingan bersama untuk mencegah dan memberantas kejahatan secara bersama-sama untuk menciptakan Kawasan yang lebih aman,” beber Khrisna

Kata Khrisna, Rencana Kerja akan ditinjau setiap tahun pada pertemuan Konsultasi SOMTC + China untuk memastikan relevansi yang berkelanjutan dan untuk pembaruan pelaksanaan Rencana Kerja dan dapat direvisi jika diperlukan. Perubahan besar pada Rencana Kerja, seperti penambahan atau penghapusan area prioritas harus disetujui oleh Konsultasi SOMTC + China.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mario Pranda Sambangi KJRI Hongkong Bicara Potensi Labuan Bajo

22 Maret 2024 - 13:53

Perempuan Indonesia Geruduk Istana: Adili Jokowi Perusak Demokrasi 

8 Maret 2024 - 09:19

Provinsi Jambi Jadi Contoh Komitmen Pemerintah Indonesia Atasi Krisis Iklim

6 Maret 2024 - 19:54

Airlangga Hartarto Optimis Golkar Menang di NTT

15 Januari 2024 - 20:37

Airlangga Pilih  Labuan Bajo Jadi Tuan Rumah Natal Nasional Partai Golkar

12 Januari 2024 - 19:19

Gibran Serap Aspirasi Anak Muda dan Komunitas Kreatif di Labuan Bajo

30 Desember 2023 - 17:42

Trending di Nasional