Salah satu kontribusi terbesar Sam’s Studio terhadap Labuan Bajo ialah bagaimana perusahaan ini menggunakan film sebagai alat promosi pariwisata.
Pada produksi film keduanya, Sam’s Studio membangun rumah adat Manggarai di Bukit Keranga serta mercusuar di kawasan ekonomi khusus Golo Mori.
Kedua lokasi tersebut menjadi elemen visual yang memperkuat karakter cerita
sekaligus mempromosikan destinasi baru Labuan Bajo.
“Dengan pemandangan yang begitu indah, kami ingin mempromosikan Labuan Bajo lewat film dan trailer. Pariwisata harus mengalir lewat layar lebar,” jelas Yocke.
Film “Lima Bintang Timur”, yang proses syutingnya memberi inspirasi bagi pendirian bioskop ini, menjadi contoh bagaimana keindahan alam dan budaya Labuan Bajo dapat diterjemahkan menjadi karya sinematik yang kuat.
Investasi Jangka Panjang untuk Labuan Bajo
Selain memberikan hiburan, kehadiran Sam’s Studio menciptakan lapangan kerja, meningkatkan keterlibatan masyarakat
dalam industri kreatif, serta memperluas akses tontonan bagi generasi muda. Banyak pekerja di bioskop ini berasal dari Labuan Bajo, didampingi profesional dari luar daerah untuk meningkatkan kapasitas SDM secara berkelanjutan.
“SDM di Labuan Bajo akan terus kami kembangkan. Kami ingin masyarakat sini menjadi bagian dari industri film,” tegas Yocke.
Dengan konsep lokal yang kuat, standar fasilitas nasional, serta komitmen membangun industri kreatif, Sam’s Studio Labuan Bajo tidak hanya menjadi pusat hiburan, tetapi juga simbol kemajuan perfilman dan pariwisata Labuan Bajo.













