Menu

Mode Gelap
 

Pariwisata

BTNK Harap PT Flobamor Komit tingkatkan Pelayanan


					Ilustrasi (JF/Louis) Perbesar

Ilustrasi (JF/Louis)

Hendrikus menyebutkan pembatasan jumlah kunjungan ini dilakukan menyusul adanya pandemi covid 19. Namun Pasca pandemi, ia tidak menampik jika jumlah kunjungan sudah melampaui jumlah yang diharuskan dalam kebijakan tersebut. Salah satunya adalah pada saat musim ramai, jumlah kunjungan di Pulau Padar Selatan bisa mencapai 1.000 kunjungan perhari.

“Pada tahun 2021-2022 pernah kita keluarkan SOP terkait daya dukung dan daya tampung, memang di Padar itu betul 300 orang perhari tetapi itu ada hubungannya dengan Covid 19 pada saat itu, pasca covid mungkin saja bisa dinaikan tapi tentu harus berbasiskan pada kajian ilmiah ya, kita tidak serta merta untuk menaikan atau menurunkan tetapi kita juga harus berdasarkan kajian ilmiah, berdasarkan metodologi yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan” ujarnya.

“Dan faktualnya memang di Padar itu kunjungan perhari itu berkisar antara 500-1000 itu untuk peak season tapi kalau hari hari biasa kadang kadang 100-200” tambahnya.

Dalam upaya ini kata Hendrikus, pihaknya memang belum memiliki instrumen yang tepat dalam menentukan jumlah kunjungan ideal tiap harinya. Namun ia menegaskan pihaknya tengah melakukan sejumlah kajian dalam merumuskan jumlah ideal angka kunjungan pada sejumlah spot wisata dalam Kawasan Taman Nasional Komodo.

“Kita lagi melakukan kajian kira kira daya dukung yang pas itu berapa. Tentu kita tidak menyalahkan daya dukung yang sebelumnya karena tentu itu ada latar belakangnya kenapa ditetapkan tetapi sekarang kita akan merencanakan untuk melakukan kajian karena kita juga belum ada tools untuk mengontrol berapa sih jumlah kunjungan harian dan pengaturannya. Kita sedang membuat sebuah aplikasi supaya bisa melakukan pengontrolan terhadap jumlah kunjungan sehingga sesuai dengan daya dukung yang sudah ditetapkan.” Ucapnya.

Terkait peningkatan kualitas pelayanan kepada wisatawan, Hendrikus berharap PT Flobamor semakin komit dalam menjalankan fungsi penguatan pengelolaan Taman Nasional Komodo sesuai dengan Perjanjian Kerjasama yang dilakukan dengan BTNK.

“Kita bergerak dari komitmen dasar yang tertuang dalam PKS. Disitu termuat jelas bahwa kehadiran Flobamor itu dalam rangka penguatan fungsi pengelolaan Taman Nasional Komodo sehingga kewajiban kewajiban itu dalam rangka (penguatan konservasi) itu sudah pasti diarahkan untuk penguatan fungsi Taman Nasional bukan untuk melemahkan dan komitmen itu harus dijaga.” Pinta Hendrikus.

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Penerapan Kuota Kunjungan ke TNK Tuai Protes Pelaku Pariwisata,Berikut Beberapa Alasan

16 Februari 2026 - 13:57

Pelaku Pariwisata Sebut Kebijakan KSOP Labuan Bajo Lumpuhkan Ekonomi, Potensi Rumahkan Pegawai

1 Februari 2026 - 15:04

KSOP Labuan Bajo Kembali Tutup Pelayanan SPB Kapal Wisata Hingga 4 Februari

1 Februari 2026 - 13:17

Isu Pungutan untuk KSOP Dibantah,Tokoh Masyarakat dan Pelaku Wisata Jelaskan Master Sailing Declaration

21 Januari 2026 - 16:35

Polda NTT Kantongi Alat Bukti Tragedi Putri Sakinah, Akan Ditetapkan Tersangka Setelah Alat Bukti Cukup

2 Januari 2026 - 17:46

Sambut Liburan Nataru,The Mandalika Banjir Event:Hadirkan Pengalaman Liburan Berkesan bagi Wisatawan

25 Desember 2025 - 08:42

Trending di Daerah