Hendrikus menyebutkan dalam kerja kolaborasi bersama PT Flobamor, terdapat sejumlah kewajiban yang telah dilakukan oleh PT Flobamor yakni dalam kegiatan pengamanan dalam kawasan Taman Nasional Komodo serta perbaikan pada sejumlah sarpras yang ada.
“Yang pertama itu terlibat dalam kegiatan pengamanan taman nasional. Flobamor itu memfasilitasi sejumlah anggaran untuk kegiatan pengamanan dalam kawasan. Kemudian yang kedua kemarin kita mendapatkan informasi bahwa dermaga Pulau Padar itu mengalami kerusakan dan sudah saya instruksikan ke Flobamor untuk segera melakukan perbaikan dan direspon sekarang sedang persiapan untuk melakukan perbaikan itu.”ucapnya.
Hendrikus juga menyebutkan, berangkat dari sejumlah pengamatan di lapangan, PT Flobamor dinilai belum maksimal dalam meningkatkan kualitas Sarpras yang ada seperti pengadaan papan interpretasi, perbaikan jembatan loh liang yang sudah mulai roboh hingga kepada peningkatan keterampilan para Naturalis Guide.
“kayak pemanduan, keterampilan dari Naturalist Guide harus ditingkat, harus selektif termasuk pelanggaran pelanggaran oleh naturalis guide yang sempat beredar di media sosial itu juga harus diintervensi oleh manajemen Flobamor jangan dibiarkan begitu, mungkin dalam waktu dekat juga saya akan mengeluarkan surat peringatan terkait penyimpangan penyimpangan yang terjadi di dua lokasi itu.” Ucapnya.
Hendrikus berharap PT Flobamor segera melaksanakan setiap kewajiban yang harus dipenuhi dan tidak hanya mementingkan sisi pendapatan saja.
“Sudah tentu Kita harapkan ada peningkatan kualitas pelayanan, tidak hanya berorientasi pada revenue tapi kualitas pelayanan juga harus menjadi perhatian.” Ucapnya.













