Ia menilai, kemajuan pariwisata di Manggarai Barat memang menggembirakan, tetapi belum sepenuhnya ditopang oleh kemandirian pangan daerah.
“Sebenarnya, pariwisata kita ini sudah sangat baik. Tapi kalau kita bicara soal supporting system, kebutuhan dasar manusia seperti makan itu harus jadi perhatian utama. Saya dengar bahkan kebutuhan sederhana seperti sayur dan telur masih banyak didatangkan dari Bali dan Jawa. Ini berarti ada yang perlu kita benahi dari sisi tata ruang dan arah pembangunan,” ujar Nazieb Faizal.
Ia menekankan bahwa tata ruang bukan sekadar soal pengaturan wilayah, melainkan instrumen penting untuk memastikan keterhubungan antara sektor pariwisata dan produksi lokal.
“Kita ingin agar tata ruang bisa mendorong masyarakat Manggarai Barat menjadi bagian dari rantai pasok pariwisata. Jadi bukan hanya destinasi yang kita bangun, tapi juga ekosistem ekonominya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Nazieb menjelaskan bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah telah menerapkan mekanisme pembagian anggaran pembangunan yang lebih terarah setiap tahun.













