“Setiap tahun, kita punya mekanisme pembagian anggaran ke lima sektor prioritas. Dalam pelaksanaannya, kami dibantu oleh UNHAS Asia dan SPASI, yaitu asosiasi pengendara, untuk memastikan program berjalan transparan dan berdampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.
Nazieb berharap sinergi lintas lembaga, akademisi, dan masyarakat sipil dapat memperkuat fondasi pembangunan berkelanjutan di kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Labuan Bajo.
“Kalau pariwisata maju tapi masyarakatnya masih tergantung pada pasokan dari luar daerah, maka kita belum berdaulat secara ekonomi. Karena itu, tata ruang dan perencanaan wilayah ke depan harus menjamin kemandirian pangan sekaligus pemerataan pembangunan,” pungkasnya.
Dengan strategi ini, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi pariwisata di Manggarai Barat tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisatawan, tetapi juga memperkuat kesejahteraan masyarakat lokal dan daya tahan ekonomi daerah.













