Corporate Secretary InJourney Hospitality, Amalia Yaksa Parijata, melihat pentingnya membangun standar pelayanan yang konsisten di setiap destinasi.
“Hospitality adalah soal menciptakan kesan yang mendalam. Tidak cukup hanya ramah, pelaku wisata juga perlu memahami proses, memperhatikan detail, dan menjaga kualitas layanan. Pelatihan ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan nilai-nilai pelayanan dengan karakteristik wisatawan dan kekuatan lokal,” ungkap Amalia Yaksa Parijata
Dari sisi konektivitas dan keberlanjutan pengalaman wisata, Group Head Corporate Secretary InJourney Aviation Services, Agus Rosadi, menyoroti pentingnya kesiapan SDM di setiap titik perjalanan.“Kesan wisatawan tidak terbentuk hanya di tempat wisata, tapi sejak mereka mendarat hingga kembali pulang. Karena itu, SDM yang terlatih menjadi simpul penting dalam menjamin pengalaman yang utuh dan berkesan. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa kualitas pelayanan di destinasi selaras dengan standar layanan transportasi dan bandara.”
Pelatihan ini disambut baik oleh para peserta. Salah satunya, Fransiskus Suhardi, seorang pemandu wisata dari Cunca Wulang, mengungkapkan, “Kami belajar bukan hanya soal keramahan, tapi juga tentang memahami kebutuhan wisatawan dan mengenali potensi daerah sendiri. Pelatihan ini membuka wawasan dan membangun rasa percaya diri untuk tampil sebagai tuan rumah yang lebih siap.”
Melalui program InJourney Hospitality House, Sarinah, InJourney Hospitality, dan IAS berkomitmen membangun fondasi pariwisata yang unggul melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat lokal. Cunca Wulang menjadi contoh nyata bahwa destinasi wisata yang memiliki potensi besar dapat berkembang lebih optimal ketika didukung oleh masyarakat yang siap, terlatih, dan percaya diri.













