Koordinator Wasit, yang juga merupakan pengurus PSTI Mabar, Ismail Ndung, membenarkan kondisi “mati suri” yang dialami sepak takraw di Mabar.
“Memang takraw mati suri selama tiga tahun terakhir ini, jadi tidak perna ada turnamen,” kata Ismail.
Ia menyampaikan apresiasi kepada panitia atas inisiatif ini.
“Kami selaku pengurus mengucapkan terima kasih banyak kepada jajaran Panitia Pelaksana yang punya inisiatif untuk membuka turnamen ini. Ini awal yang baik menurut kami sekaligus nanti ada turnamen-turnamen selanjutnya baik junior, senior, putra dan putri,” harapnya, menunjukkan optimisme terhadap masa depan olahraga ini.
Turnamen perdana setelah vakum tiga tahun ini diharapkan menjadi ajang bergengsi.













