Ahyar juga mengakui adanya peningkatan signifikan pelayanan KSOP terhadap aktivitas pariwisata dari tahun ke tahun, terutama dalam aspek keselamatan.
“Jujur saja, di awal-awal dulu pengelolaan pariwisata ini amburadul. Kadang berlayar tanpa SPB, keselamatan juga kurang diperhatikan. Tapi sekarang jauh lebih tertib dan keselamatan tamu menjadi prioritas utama,” ungkapnya.
Ia menilai pengetatan aturan bukan bentuk penyulitan, melainkan langkah perlindungan terhadap wisatawan dan keberlanjutan pariwisata Labuan Bajo.
Baik Ali Imran maupun Ahyar Abadi mengajak seluruh elemen masyarakat Labuan Bajo untuk menjaga iklim pariwisata tetap kondusif dan tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak benar.
“Saya mengajak masyarakat untuk tidak menyebarkan hoaks atau informasi provokatif yang bisa merusak citra Labuan Bajo,” kata Ahyar.
Ia juga mendorong masyarakat dan pelaku usaha untuk ikut mengawasi aktivitas pariwisata agar tetap aman dan nyaman bagi wisatawan.
“Pariwisata ini milik kita bersama. Mari kita jaga agar Labuan Bajo tetap aman, nyaman, dan dipercaya dunia,” pungkasnya.













