“Kami ingin acaranya tidak cuma selesai di bersih-bersih pantai saja, makanya kami mengajak para peserta untuk melihat langsung alur pengelolaannya seperti apa, sampah yang kita hasilkan akan dibawa kemana, supaya kita bisa melihat langsung sudah seperti apa kondisi persampahan di Labuan Bajo, dan pengelolaanya. Mulai dari TPA kita akan melihat proses akhir dari penanganan sampah di Labuan Bajo, lalu ke rumah plastik Kole kita melihat bahwa sampah masih bisa bernilai ekonomis dan didaur ulang, lalu kita ke UPS Gorontalo untuk melihat inovasi lain dalam penanganan sampah yakni mengubah sampah menjadi bahan bakar, selain itu juga ada workshop daur ulang jadi kita melatih anak-anak sekolah dasar untuk mengolah sampah menjadi produk yang bernilai”, terang Putra.
Putra juga menambahkan, masalah persampahan sudah seharusnya menjadi concern semua orang, karena semua orang adalah penghasil sampah.
“Solusi sederhana yang bisa kita mulai adalah dengan mulai memilah sampah yang kita hasilkan dari rumah, kalau butuh penjemputan untuk sampah daur ulang, kami dari Kole Project siap berkolaborasi. Mari berkolaborasi, mari tumbuh bersama!”, tutup Putra.
Dari total 110 peserta yang hadir dalam aksi bersih sampah di Pantai Gorontalo, total terkumpul sebesar 199 kg sampah yang terbagi dalam 122 kg sampah residu dan 77 kg sampah daur ulang yang nantinya akan didaur ulang oleh Kole Project.













