2. Infrastruktur yang Belum Mendukung Wisata Malam dan Keamanan Wisatawan;
b. Minimnya penerangan jalan di jalur protokol membuat beberapa area terasa gelap dan tidak aman bagi wisatawan yang berjalan kaki di malam hari.
b. Tanaman liar di jalur pedestrian yang tidak terawat dapat mengganggu pejalan kaki dan menciptakan kesan tidak rapi.
3. Drainase Buruk yang Memicu Banjir Saat Musim Hujan;
a. Saluran drainase yang tidak terawat menyebabkan genangan air dan banjir di beberapa area kota saat hujan deras.
b. Jika tidak segera diperbaiki, banjir dapat menghambat aktivitas wisatawan dan menimbulkan kesan buruk terhadap destinasi ini.
Strategi Ketahanan Pariwisata untuk Masa Depan Labuan Bajo
Untuk memastikan Labuan Bajo tetap menjadi destinasi unggulan, diperlukan strategi jangka panjang yang berbasis teknologi, kolaborasi, dan keberlanjutan.
1. Implementasi Program Wisata Bersih Berkelanjutan Program seperti Gerakan Wisata Bersih (GWB) yang diinisiasi oleh Kemenparekraf harus diadaptasi di Labuan Bajo sebagai program jangka panjang. Langkah-langkah yang bisa dilakukan meliputi:
a. Pembersihan rutin kawasan wisata, dengan melibatkan hotel, restoran, dan masyarakat.
b. Pengelolaan sampah yang lebih baik, terutama di kawasan pesisir dan pulau wisata.
c. Penerapan standar sanitasi dan higienitas yang ketat di seluruh properti wisata.













