Harianlabuanbajo– Kebijakan KSOP Labuan Bajo terkait penutupan pelayaran kapal wisata secara keseluruhan di perairan labuan Bajo hingga 4 Februari 2026 memantik kecaman keras dari pelaku pariwisata/pelaku usaha di Labuan Bajo.
Matheus Siagian, pelaku pariwisata menyebut KSOP kelas III Labuan Bajo tidak profesional menangani persoalan pelayaran Kapal Wisata di perairan Labuan Bajo.
Sebagai Kota Pariwisata kelas dunia, kebijakan KSOP dinilai mematikan giat wisata yang berdampak pada lumpuhnya ekonomi di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
“Kebijakan KSOP Dinilai Berlebihan , profesional aja ikut BMKG kedepannya.Dan jangan tembak rata seluruh.Ibarat sakit di tangan kanan, seluruh tubuh di operasi,” tulis Matheus
KSOP Minim Alternatif
Menghentikan pelayaran secara keseluruhan di perairan Labuan Bajo menurut Matheus sebagai langkah tidak profesional, tidak solutif dan nihil alternatif dari KSOP Labuan Bajo.










