Dihadapan peserta musyawarah, ia menjabarkan fokus utama anggaran tahun 2026 sesuai dengan petunjuk teknis penggunaan anggaran dari Kementerian keuangan Republik Indonesia.
“Kerja kolaborasi di setiap bidang adalah kunci. Pemberdayaan masyarakat bukan lagi sekadar program, tapi nafas dari setiap pembangunan yang kita laksanakan,” ujar Kepala Desa saat membuka rapat secara resmi.
Tambah Edo, hasil musyawarah kali ini menetapkan dua titik fokus penggunaan anggaran dana desa yakni pemberdayaan dan Kesehatan;Peningkatan kapasitas dan ekonomi warga, Menciptakan desa yang bersih dan sehat, Peningkatan layanan kesehatan dasar di tingkat desa.













