“Selama ini kami menerima rokok Trek dan King Garet dari om Dami dan Kasmir,” katanya
Rokok tersebut kata dia, beredar di beberapa wilayah Manggarai Raya. Rokok tersebut distribusi oleh agen atau sales yang menggunakan sepeda motor.
“Peredaran rokok Trek dan King Garet sampai ke Desa. Distribusinya dilakukan oleh sales kepercayaannya Om Dami dan Om Kasmir yang berjumlah ratusan orang,” ungkapnya.
Sementara kalau rokok Sniper, sumber itu menyebut seorang dari jawa sebagai penyalurnya bernama Dwi. Saga pun demikian, diketahui dikendalikan oleh penyalur dari jawa.
Omset dari penjualan rokok tersebut berjumlah miliaran rupiah. Jangkauan peredaran rokok tersebut pun sampai ke wilayah Bajawa dan sekitarnya.
Rokok ini mudah ditemukan di pasaran. Tidak hanya di kampung-kampung, bahkan di dalam kota Labuan Bajo pun sejumlah toko besar marak menjual rokok ilegal ini.
Dami dan Kasmir Bungkam Terkait Rokok Ilegal
Pemasok rokok ilegal yang diungkap narasumber media ini bungkam usai media Harianlabuanbajo.com berupaya melakukan konfirmasi via pesan WhatsApp, Rabu(12/02/2024).
Kasmir dan Dami yang disebut sebagai pemasok rokok ilegal merk Trek dan King Garet enggan berkomentar ketika ditanya soal kebenaran informasi tersebut.
WhatsApp Kasmir yang awalnya aktif tetiba offline manakala media ini mengirim pesan konfirmasi terkait informasi yang disampaikan narasumber. Hingga kini pesan susulan yang dikirim media ini centang satu dan tak mendapat respon dari Kasmir.
Hal yang sama juga pada Dami sebagai bagian dari pemasok rokok ilegal merk Trek dan King Garet.
Dami enggan menjawab substansi pertanyaan ketika dikonfirmasi media ini. Dan hingga kini keduanya tak bersuara atas informasi yang disampaikan narasumber media ini.













