Menu

Mode Gelap
 

Pariwisata

Permudah Hitung Kunjungan Wisatawan, BTNK Akan Gunakan  Aplikasi Si Ora


					Hewan langka Komodo di Kawasan TNK. (Ist) Perbesar

Hewan langka Komodo di Kawasan TNK. (Ist)

“Jadi tarif jasa pemanduan ini, kenapa harus ada penyesuaian jadi kita menerapkan atau menitik beratkan pada dua isu yaitu kualitas pelayanan, keamanan dan kenyamanan dan yang kedua bagaimana kita menjaga pariwisata yang keberlanjutan jadi ada unsur pelestarian dan juga ada unsur menjaga konservasi walaupun pada satu sisi kita harus meningkatkan pelayanan, keamanan, dan kenyamanan,” ungkapnya

Abner menambahkan prinsip penyesuaian tarif jasa pemanduan bukan menyasar pada money oriented tetapi lebih meningkatkan pada quality opservice.

“Jadi prinsipnya bukan menyasar pada money oriented justru karena kita ini BUMD Provinsi NTT kalaupun ada keuntungan pasti akan kembali lagi ke pemerintah dan juga lebih meningkat pada quality opservice. Quality Opservis ini yang perlu kita utarakan atau kita sosialisasikan kepada publik lewat media sosial, pendekatan informal, dan lain-lain,” ucapnya

Abner mengatakan untuk biaya konservasi, pihaknya mendapatkan bantuan dari rekan-rekan lain yang ada di Kupang, Jakarta bahkan dari luar negeri.

“Bahwa Rp. 120.000 per lima orang ini hanya cukup operasional kami saja sedangkan untuk konservasi mungkin kepala balai juga tahu bahwa ada rekan-rekan kami yang ada di Kupang, Jakarta maupun di luar negeri yang menyumbang untuk patroli, perbaikan fasilitas dan juga pelatihan terhadap naturalist guide warga desa komodo yang 30 orang itu kita dapat dari CSR dari partner kami di Jakarta jadi gratis,” ucapnya

Ia menyebut banyak pihak yang peduli dengan konservasi di Taman Nasional Komodo, tetapi kepedulian dari pihak tersebut tidak bisa manfaatkan atau seolah-olah kita menjual pulau komodo.

“Tentunya banyak orang peduli sebenarnya tetapi kepedulian mereka inikan kita tidak bisa manfaatkan atau seolah-olah kita menjual Labuan Bajo, pulau Komodo supaya orang kasih CSR tapi tidak begitu juga. Kalau kita sepakat Rp. 400.000 itulah sisanya itulah untuk konservasi, kira-kira seperti itu, ayo kita sama-sama memikirkan jangka panjangnya seperti apa, dan adanya keterlibatan SDM lokal di sana,” pungkasnya

Artikel ini telah dibaca 130 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Penerapan Kuota Kunjungan ke TNK Tuai Protes Pelaku Pariwisata,Berikut Beberapa Alasan

16 Februari 2026 - 13:57

Pelaku Pariwisata Sebut Kebijakan KSOP Labuan Bajo Lumpuhkan Ekonomi, Potensi Rumahkan Pegawai

1 Februari 2026 - 15:04

KSOP Labuan Bajo Kembali Tutup Pelayanan SPB Kapal Wisata Hingga 4 Februari

1 Februari 2026 - 13:17

Isu Pungutan untuk KSOP Dibantah,Tokoh Masyarakat dan Pelaku Wisata Jelaskan Master Sailing Declaration

21 Januari 2026 - 16:35

Polda NTT Kantongi Alat Bukti Tragedi Putri Sakinah, Akan Ditetapkan Tersangka Setelah Alat Bukti Cukup

2 Januari 2026 - 17:46

Sambut Liburan Nataru,The Mandalika Banjir Event:Hadirkan Pengalaman Liburan Berkesan bagi Wisatawan

25 Desember 2025 - 08:42

Trending di Daerah