Menu

Mode Gelap
 

Daerah · 24 Mar 2024

Polres Mabar Diminta Tidak Lamban Proses Laporan Dugaan Penggunaan Gelar Palsu Lorens Logam


 Largus Chen, Anggota Famara(Ist) Perbesar

Largus Chen, Anggota Famara(Ist)

Harianlabuanbajo – Polres Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta tidak lamban menyelidiki dan menyidik laporan dugaan tindak pidana penggunaan gelar Sarjana Hukum atas nama Laurensius Logam, Ketua PKN Manggarai Barat.

“Kapolres harus perintahkan anak buahnya agar bekerja cepat. Sebab, saya menduga Laurensius Logam akan melarikan diri. Atau jangan sampai terlapor melakukan rekayasa yang menyulitkan penyidik. Saya minta Polres Mabar segera ditahan terlapor,” kata advokat alumnus Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Largus Chen, SH kepada media, Kamis (21/3/2024).

Largus Chen yang merupakan anggota Forum Advokat Manggarai Raya (Famara) ini mengaku kesal dan marah kepada siapa pun yang menggunakan gelar Sarjana Hukum (SH) palsu.

“Saya menduga orang yang menggunakan gelar SH palsu merupakan modus untuk melakukan kejahatan. Oleh karena itu siapa pun yang telah menempuh studi ilmu hukum dengan susah payah sampai mendapatkan gelar SH patutlah merasa dilecehkan oleh manusia-manusia yang menggunakan gelar SH tanpa hak,” kata pria asal Kecamatan Reok, Manggarai, NTT ini.

Largus Chen mengatakan, Polres Manggarai Barat sampai menunda-nunda waktu untuk menuntaskan pengusutan kasus tindak pidana penggunaan gelar palsu dengan terlapor Laurensius Logam. “Ingat, banyak kejahatan yang dilakukan oleh mereka yang bergelar SH palsu. Oleh karena itu, segara limpahkan kasus ini ke kejaksaan,” kata dia.

Menurut Largus Chen, Polres Manggarai segera tahan Lorens Logam. “Ini kasus yang memalukan dan merendahkan semua yang belajar ilmu hukum terutama kalangan advokat,” kata dia.

Ia mengatakan, dirinya tahu Lorens Logam tidak menyelesaikan kuliahnya di Universitas Pamulang.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Manggarai Barat IPDA Leonardo Marpaung mengatakan laporan terkait penggunaan gelar akademik palsu dari Lorens Logam untuk sementara masih dalam proses penyelidikan.

“Berkaitan dengan LP dari saudara Robert Nusantara baru kita terima tanggal 18 Maret 2024 untuk laporan terkait dugaan penggunaan gelar akademik palsu oleh saudara LL untuk sementara kita masih melakukan penyelidikan,” ungkapnya saat ditemui awak media diruang kerjanya, Jumat (22/3/2024).

Sebelumnya, sejumlah Advokat di Labuan Bajo yang tergabung dalam Famara melaporkan Laurensius Logam ke Polres Manggarai Barat, Minggu (17/3/2024).

Laporan terhadap Lorens Logam tersebut dibuat oleh beberapa pengacara menyusul temuan penggunaan gelar yang diduga palsu pada situs media online mabaraktual.com dan akun Facebook milik Laurensius Logam sendiri.

Lorens Logam diduga kuat telah melakukan perbuatan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 28 ayat (7) jo Pasal 93 UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

“Terlapor saudara Lorens Logam patut diduga telah memakai gelar akademik palsu yaitu gelar Sarjana Hukum.

Di dalam media mabaraktual.com pada laman redaksi tertulis dengan jelas nama Laurensius Logam, S.H, sebagai penasihat hukum media tersebut,” ujar anggota Forum Advokat Manggarai Raya (Famara) itu.

Para pelapor juga telah melakukan pengecekan melalui situs Pangkalan Data Perguruan Tinggi, pddikti.kemdikbud.go.id untuk mengetahui riwayat pendidikan terlapor di Perguruan Tinggi.

Dalam situs Pangkalan Data Perguruan Tinggi ditemukan biodata mahasiswa atas nama Laurensius Logam terdaftar pernah kuliah di Program Studi Ilmu Hukum Universitas Pamulang, Tangerang Selatan, Banten dengan Nomor Induk Mahasiswa 191010250147. Namun statusnya sudah tidak aktif kuliah sejak tahun 2020 dan sudah mengundurkan diri. “Saudara Lorens Logam baru menyelesaikan kuliah selama 2 semester atau 1 (satu) tahun,” tegas Hipatios W. Labut, advokat yang ikut mendampingi pelapor.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sebut Tak Butuh Koalisi dengan Partai Lain, Yopi Widiyanti: Itu Opini Penulis

18 April 2024 - 18:46

Sejak Beroperasi PT ANK dan KAJ Telah Mengantongi Izin

6 April 2024 - 12:44

Diduga Tidak Mengantongi IUP Produksi, PT AKAS Operasi AMP dan Crusher di Desa Golo ronggot

5 April 2024 - 10:20

Warga Pulau Komodo Digigit Komodo di Loh Linggo

3 April 2024 - 06:35

Wirawan Sebut Ketua PKN Mabar Menggunakan Gelar Palsu Untuk Keuntungan Dirinya

24 Maret 2024 - 12:01

Pilkada Mabar 2024, Gerindra Rekomendasi Kanisius Jehabut 

24 Maret 2024 - 06:34

Trending di Daerah