Menu

Mode Gelap
 

Opini · 21 Jun 2023

Rabies Meresahkan Masyarakat NTT


 Yasinta Elfrida Nurty(Ist) Perbesar

Yasinta Elfrida Nurty(Ist)

Penulis: Yasinta Elfrida Nurti, Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Sipil, Universitas katolik santu Paulus ruteng

Harianlabuanbajo.com-Rabies merupakan penyakit zoonosis yang menyerang sistem saraf pusat si penderitanya.Penyakit zoonosis merupakan penyakit yang dapat di tularkan dari hewan ke manusia.

Rabies disebabkan oleh virus dari genus Lyssavirus famill Rhabdovirus dan dapat menyerang semua spesies mamalia termasuk manusia.Rabies merupakan virus mematikan yang dapat menyebar ke manusia melalui gigitan dan air liur hewan yang sudah terinfeksi.

Penyakit ini tidak saja berdampak pada kematian manusia yang  tetapi juga berdampak pada aspek psikologis (kepanikan,kegelisahan,kesakitan dan ketidaknyamanan) pada orang-orang yang terpapar rabies. Penyakit mematikan ini harus di tangani dengan cepat.

Menurut data yang dihimpun Kementrian Kesehatan Indonesia,terdapat sebanyak 3.437 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) dilaporkan terjadi di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang 2023. 40% dari orang-orang yang digigit hewan rabies adalah anak-anak dibawah usia 15 tahun.

Salah satu kasus yang dapat ambil adalah seorang anak berusia 8 tahun di wangkung,Desa Poco Ri’I,Kecamatan Borong,Kabupaten Manggarai Timur (NTT),meninggal dunia akibat gigitan anjing rabies.

Dari masalah tersebut meyakini bahwa rabies harus dianggap sebagai ancaman serius bagi kesehatan dan keselamatan masyarakat. Meskipun rabies mungkin tidak seumum beberapa penyakit lainnya, namun tidak boleh dianggap remeh. Jika tidak diobati dengan cepat, penyakit ini dapat menyebar dengan cepat dan menyebabkan kerugian yang besar.

Penting untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pencegahan rabies.

Menjaga hewan peliharaan kita berada dalam keadaan sehat dan divaksinasi secara rutin adalah langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Selain itu, menghindari kontak langsung dengan hewan liar juga dapat mengurangi risiko penularan rabies.

Pemerintah dan organisasi kesehatan harus berperan aktif dalam memberikan informasi dan pendidikan kepada masyarakat tentang tanda-tanda dan langkah-langkah pencegahan rabies. Juga, program vaksinasi massal dan sterilisasi hewan liar perlu dilakukan secara teratur untuk mengendalikan populasi hewan yang berpotensi menjadi vektor penyebaran rabies.Penting juga untuk mencatat bahwa pengobatan yang efektif untuk rabies tidak selalu tersedia di daerah yang terpencil atau di negara-negara dengan sumber daya terbatas.

Oleh karena itu, kerjasama internasional dan dukungan dari organisasi kesehatan dunia sangat dibutuhkan untuk memberikan akses yang adil terhadap penanganan dan pengobatan rabies di seluruh dunia.

Dalam masalah ini, rabies adalah masalah serius yang perlu diberikan perhatian yang cukup oleh masyarakat, pemerintah, dan organisasi kesehatan. Pencegahan dan pengobatan rabies harus menjadi prioritas untuk mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan oleh penyakit ini.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Penulis