Menu

Mode Gelap
 

News · 8 Jun 2023

Ratusan Petugas Lapangan BPS Mabar Laksanakan Sensus Pertanian 2023


 Petugas lapangan BPS Manggarai Barat melaksanakan sensus Pertanian 2023.(Acik/HLB) Perbesar

Petugas lapangan BPS Manggarai Barat melaksanakan sensus Pertanian 2023.(Acik/HLB)

Harianlabuanbajo| Daerah Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Manggarai Barat telah merekrut sebanyak 293 orang petugas Sensus Pertanian untuk melakukan pendataan usaha pertanian di 169 desa/Kelurahan di 12 Kecamatan.

Pendataan dilakukan secara serentak seluruh Indonesia mulai tanggal 1 Juni – 30 Juli tahun 2023. Selama 2 bulan penuh petugas melakukan pendataan usaha pertanian.

Baca juga: https://harianlabuanbajo.com/bocah-4-tahun-tewas-tenggelam-di-kali-gongger-manggarai/

Kepala BPS Kabupaten Manggarai Barat, Ade Sandi Parwoto, mengatakan tahapan kegiatan persiapan ST2023 meliputi;

Pertama, sosialisasi dan rapat koordinasi tingkat kabupaten.

Kedua, rekrutmen petugas dengan melibatkan petugas lama / mitra statistik dan merekrut petugas baru dengan pendekatan wilayah tempat tinggal dengan wilayah kerja. Sensus dengan mengikuti tahapan seleksi yang sudah ditentukan dari BPS RI.

Ketiga, tahapan pelatihan petugas, sebanyak 293 petugas, 12 kelas dan 2 gelombang pelatihan mulai tanggal 23-30 Mei 2023 di 5 hotel di Labuan Bajo, dengan instruktur dari BPS Kabupaten Manggarai Barat.

Baca juga: https://harianlabuanbajo.com/efek-asean-summit-kunjungan-wisatawan-ke-labuan-bajo-meningkat-tajam/

“Jumlah petugas lapangan yang direkrut dan terlibat pada kegiatan Sensus Pertanian 2023 (ST2023) sebanyak 293 petugas meliputi 47 pengawas (PML ), 234 petugas pendataan lapangan (PPL/enumerator) ditambah dengan 12 Koordinator Sensus Kecamatan (Koseka)” kata Ade Sandi saat dimintai keterangan, Selasa (6/6/2023) di Labuan Bajo.

Dikatakannya, tempat Training Centre (TC) pelatihan tersebut di hotel Parlezo, Larensia, Prundi, Luwansa dan Jayakarta. Peserta diwajibkan menginap dengan Fullboard meeting selama 3 hari efektif dalam 1 gelombang pelatihan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sensus pertanian dilakukan dengan pendekatan rumah tangga untuk mendapatkan usaha pertanian perorangan di rumah tangga yang dikunjungi. Proses penjaringan rumah tangga Tani dengan bahan dasar prelist atau preprinted atau dokumen L1 yang berisikan daftar nama keluarga/rumah tangga yang berada dalam satu wilayah SLS /RT untuk mengecek keberadaan bangunan dan rumah tangga sekaligus penjaringan usaha pertanian.

Baca juga: https://harianlabuanbajo.com/polres-mabar-goes-to-school-pendidikan-tertib-lalu-lintas-tingkat-pelajar/

“Pendataan ST2023 dilakukan melalui dua metode. Yang pertama adalah metode door to door untuk daerah konsentrasi pertanian dan metode snowball untuk daerah non konsentrasi pertanian. Cakupan pendataan sensus pertanian tahun 2023 meliputi subsektor tanaman pangan hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan dan jasa pertanian lainnya,” jelasnya.

Menurut Ade Sandi, dalam pendataan sensus pertanian menggunakan 3 kuesioner untuk menjaring kegiatan usaha pertanian. Pertama adalah dokumen usaha pertanian perorangan (UTP), Kedua, adalah Usaha Pertanian Berbadan Hukum (UPB) dan Ketiga, adalah usaha pertanian lainnya (UTL).

Pendataan usaha pertanian perorangan di wilayah nonkonsentrasi pertanian, kata Sandi dilakukan dengan metode Snowball atau informasi getok tular dari informasi narasumber seperti ketua RT, tokoh masyarakat setempat dan lain-lain.

Baca juga: https://harianlabuanbajo.com/harta-kekayaan-dirut-bpolbf-capai-miliaran-rupiah-empat-bidang-tanah-ada-di-mabar/

“Hal ini berbeda untuk wilayah konsentrasi pertanian yang dilakukan dengan door to door, semua bangunan tempat tinggal di kunjungi untuk proses penjaringan usaha pertanian,” katanya.

Selain itu, pendataan usaha pertanian di daerah perkotaan dengan metode snowball salah satunya untuk menjaring urban farming yang sekarang mulai menggeliat di perkotaan. mengingat keterbataan lahan.

“Misal menggunakan media hidrophonik untuk tanaman sayuran yang lebih higienis,” cetusnya.

Oleh sebab itu, kata dia, untuk wilayah konsentrasi pertanian dilakukan pendataan dengan cek keberadaan rumah tangga sekaligus usaha pertanian untuk diketahui apa saja yang dikelola oleh rumah tangga yang dikunjungi.

“Sehingga pada saat proses penjaringan di rumah tangga akan mendapatkan Rumah Tangga Tani, kegiatan usaha pertanian yang dilakukan akan terjaring, kegiatan usaha pertanian perorangan dan karakteristik usaha pertaniannya bisa didapatkan melalui proses wawancara dengan masyarakat sebagai objek penelitian,” ungkapnya.

Dengan demikian menurut Sandi, informasi yang dihasilkan dari pendataan sensus pertanian bisa diketahui jumlah rumah tangga Tani, skala usaha pertanian, subsektor pertanian yang diusahakan, komoditas serta nilai volume produksi dan karakteristik usaha pertanian lainnya.

“Secara komplit data bisa digali atau probbing oleh petugas, asal masyarakat jujur memberikan informasi terkait usaha pertanian yang dilakukan,” jelasnya.

Pentingnya Data Pertanian

Ade Sandi mengatakan, dalam pencanangan sensus pertanian tahun 2023 di Istana Negara pada tanggal 15 Mei tahun 2023, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan bahwa pentingnya data pertanian dalam proses pengambil keputusan.

“Data pertanian yang tidak akurat akan berdampak pada kebijakan yang tidak tepat sasaran,” tegasnya.

Dikatakan Sandi, terkait kebijakan pertanian di masyarakat sebagai contoh kebutuhan subsidi pupuk yang diperlukan dengan mengetahui luas baku, luas tanam yang benar sehingga kebijakan subsidi pupuk yang diterapkan tidak salah sasaran.

Sehingga produksi yang dihasilkan bisa meningkat sesuai dengan harapan dan kebutuhan pasar. Untuk itu, kata dia, pentingnya data pertanian yang akurat dan terupdate sehingga ST2023 adalah solusi terbaik untuk penyediaan data pertanian yang dibutuhkan.

“Oleh sebab itu diminta semua kementrian/lembaga/dinas dan masyarakat bahwa sensus pertanian adalah bukan tanggung jawab BPS saja tetapi milik dan tanggung jawab bersama untuk menyediakan data statistik pertanian yang valid dan terupdate, untuk bangsa Indonesia dan kedaulatan pangan,” jelas Sandi.

Ia berharap petugas yang sudah dilatih dan direkrut dengan berbagai tahapan memiliki semangat dan etos kerja yang tinggi sehingga menghasilkan data pertanian sesuai yang diinginkan.

“Kami berharap masyarakat Manggarai Barat menerima dan jujur menjawab pertanyaan dari petugas sensus pertanian tahun 2023 sehingga data yang dihasilkan mencerminkan potret pertanian Manggarai Barat” harapnya.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 133 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Update Modernisasi Industri Pertanian, Mario Pranda dan Stevi Harman Ikuti Canton Fair di China

19 April 2024 - 18:43

Tenggelam di Wae Ara, Remaja Asal Lembor Ditemukan Tak Bernyawa

8 April 2024 - 11:36

Titiek Soeharto Sampaikan Pesan Manis ke Prabowo Usai Sandang Jenderal Kehormatan

1 Maret 2024 - 17:28

Panwaslucam Cibal Barat Tertibkan Semua APK Peserta Pemilu

11 Februari 2024 - 21:11

Siaga Bencana, Kapolres Mabar Cek Kesiapan Peralatan SAR

5 Januari 2024 - 08:52

Gibran Serap Aspirasi Anak Muda dan Komunitas Kreatif di Labuan Bajo

30 Desember 2023 - 17:42

Trending di Nasional