Selain itu kata Alfred, pembangunan kawasan Mawatu Resort sendiri dilakukan juga dengan mengutamakan komitmen untuk tetap menyediakan akses ruang publik bagi masyarakat Manggarai Barat.
“Yang kami lakukan itu Tidak ada kepentingan privatisasi, terus terang kami sudah komitmen bahwa Mawatu ini terbuka untuk publik tidak ada yang namanya privatisasi, dan tidak hanya untuk kepentingan Mawatu saja tapi untuk akses publik bagi warga Manggarai Barat.” Tutupnya.
Komitmen PT Graha Properti Sentosa terhadap penyediaan akses publik ini sendiri termuat dalam surat jawaban dengan nomor 013/DIR-LGL/GPS/VII/2024 tertanggal 5 Juli 2024 ayang ditujukan kepada Kepala Desa Batu Cermin dengan perihal permohonan akses dan pemulihan keadaan pantai untuk dapat digunakan sebagai daya tarik wisata.
Pada poin pertama, PT Graha Properti Sentosa memberikan akses kepada masyarakat untuk melalui proyek Mawatu baik selama proses pembersihan, pemulihan dan perbaikan pantai tersebut berlangsung maupun setelah pantai tersebut berfungsi dengan baik dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum.
Pada poin kedua, PT Graha Properti Sentosa berkomitmen dalam tanggungjawab sosial perusahaan (CSR) yakni berkontribusi untuk terlibat dalam program pembersihan pemulihan dan perbaikan pantai ini untuk kepentingan masyarakat umum baik dalam bentuk dukungan pemikiran, gagasan teknis dan juga bantuan finansial.
Poin ketiga menerima surat keputusan dari kepal desa batu cermin diatas untuk penunjukan penjaga dan perbaikan pantai.
Pembangunan Tanggul, Usulan Warga untuk Pengamanan Pantai dari Abrasi
Sementara itu, Kepala Desa Batu Cermin, Marianus Yono Jehanu mengaku mengetahui adanya keberadaan tanggul disekitar proyek pembangunan Mawatu resort.
Yono menyampaikan bahwa keberadaan tanggul tersebut bukan merupakan upaya reklamasi pantai untuk kepentingan privatisasi, melainkan untuk mencegah abrasi Pantai Orange Secret Beach Camping, yang terletak persis dekat pembangunan kawasan Mawatu Resort, yang selanjutnya akan dijadikan Pemdes Batu Cermin sebagai akses publik dan daya tarik wisata.
Pembangunan tanggul ini sendiri lanjut Yono, menindaklanjuti surat permohonan pemerintah Desa Batu Cermin dan pemerintah kabupaten Manggarai Barat yang memuat keresahan warga akan hilangnya kawasan pantai karena Abrasi yang terus terjadi.
“Setahu saya tidak ada reklamasi dibawah itu (Mawatu resort). Bisa disaksikan sendiri. Tanggul itu sebagai penahan agar tidak berlanjut Abrasi pantainya, pembangunannya itu juga berawal dari kekhawatiran warga, karena kalau lihat kondisinya, pantainya itu sudah hilang karena selama ini tidak ada penahan ombak, karena biasanya kalau musim barat gelombangnya tinggi dan arusnya itu bisa sampai kesitu ” ujar Yono, Sabtu (08/03)
Yono menyebut, mulanya warga Desa Batu Cermin memiliki kekhawatiran pembangunan Mawatu Resort akan berdampak pada tertutupnya akses menuju kawasan pantai Pantai Orange Secret Beach Camping yang terletak pada kawasan pantai yang dekat dengan pembangunan Mawatu Resort. Hal ini sendiri berkaca pada ditutupnya akses menuju pantai publik yang tidak jauh dari lokasi tersebut, yakni pantai Kelumpang.













