Abner menjelaskan tarif Rp. 120.000 per Lima orang itu hanya mencukupi biaya operasional sedang untuk biaya konservasi selama ini pihaknya meminta bantuan dari pihak lain yang ada di Kupang, Jakarta bahkan di luar negeri.
“Kemudian terkait persentase dari Rp. 400.000, ini jujur mungkin saya buka sedikit dan saya tidak mau ini menjadi tawar-menawar cuman mungkin lebih tepat kita harus membuka dapur kita sedikitlah biar teman-teman mempunyai gambaran sedikit bahwa Rp. 120.000 per lima orang ini hanya cukup operasional kami saja sedangkan untuk konservasi mungkin kepala balai juga tahu bahwa ada rekan-rekan kami yang ada di Kupang, Jakarta maupun di luar negeri yang menyumbang untuk patroli, perbaikan fasilitas dan juga pelatihan terhadap naturalist guide warga desa komodo yang 30 orang itu kita dapat dari CSR dari partnert-parnert kami di Jakarta jadi gratis,” ucapnya
“Tentunya banyak orang peduli sebenarnya tetapi kepedulian mereka inikan kita tidak bisa manfaatkan atau seolah-olah kita menjual Labuan Bajo, pulau Komodo supaya orang kasih CsR tapi tidak begitu juga. Kalau kita sepakat Rp. 400.000 itulah sisanya itulah untuk konservasi, kira-kira seperti itu,” lanjutnya
Ia juga mengatakan penyesuaian tarif ini tidak hanya meningkatkan pelayanan tetapi juga melestarikan, bekerja sama dengan BTNK melestarikan lingkungan.
Sedangkan Konsultasi publik ini, kata dia untuk menyerap sebanyak mungkin kebutuhan atau keinginan dari masyarakat pelaku pariwisata.
“Kemudian terkait paket wisata yang sudah terjual sampai tahun 2025 tentunya kita memperhatikan semuanya itu,” pungkasnya













