Alangkah terkejutnya Yuvensius saat melihat tubuh ML sudah terbujur kaku dengan leher terjerat tali.
“Kenapa tamu keadaannya begitu?” teriak Yuvensius panik saat menghampiri Bruno sesaat setelah melihat kejadian mengerikan tersebut.
Mengetahui kejadian tersebut, Tim Inafis Sat Reskrim Polres Manggarai Barat langsung meninjau TKP sekitar pukul 14.20 Wita. Berdasarkan pengamatan petugas, kamar ditemukan dalam kondisi rapi tanpa tanda-tanda penggeledahan paksa atau perlawanan.
Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, membeberkan detail teknis posisi jenazah yang tidak biasa. ML ditemukan duduk bersandar di dinding dekat kamar mandi, namun lehernya terikat tali yang dikaitkan ke tiang kayu penyangga lemari.
“TKP dalam keadaan bersih. Jenazah ditemukan dalam keadaan duduk tersandar pada dinding kamar sebelah kiri dekat kamar mandi dalam kondisi leher terikat seutas tali dengan ujung tali terikat ke kayu vertikal penyangga lemari dalam kamar,” ungkap AKP Lufthi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Sabtu (14/2/2026) siang.
Di dalam kamar terang Lufthi, polisi mengamankan sejumlah barang pribadi, termasuk paspor, dompet, lencana Polisi Militer Kanada, serta dokumen asuransi CAA. Namun, temuan yang paling krusial adalah secarik kertas yang diduga sebagai pesan terakhir korban kepada dunia.










