Pendekatan Budaya dan Ekonomi
Selain penegakan hukum, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berencana mengurai akar masalah perburuan liar melalui pendekatan antropologi budaya dan ekonomi. Kemenhut mengidentifikasi bahwa faktor ekonomi sering kali menjadi pendorong masyarakat di sekitar kawasan untuk terlibat dalam perburuan rusa.
Dwi Januanto menjelaskan, rusa timor (Cervus timorensis) adalah spesies kunci yang menjadi sumber pakan utama komodo. Hilangnya populasi rusa akan mengganggu stabilitas ekosistem savana di TN Komodo.
“Masalah ini tidak dapat diselesaikan hanya dengan penindakan. Kami perlu melibatkan masyarakat dalam upaya pelestarian melalui alternatif mata pencaharian yang lebih ramah lingkungan,” tambah Dwi.
Kasus ini kini sedang dalam proses penyidikan lebih lanjut melalui mekanisme multidoors bersama Penyidik Polri guna memutus rantai pasokan senjata api rakitan dan perdagangan satwa ilegal di wilayah tersebut.













