Harianlabuanbajo– Komando Distrik Militer (Kodim) 1630/Manggarai Barat dengan tegas membantah tuduhan adanya oknum anggota TNI yang disebut-sebut membekingi mafia tanah di wilayah Kerangan, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tuduhan yang beredar di media sosial dan beberapa media daring tersebut dinilai tidak berdasar dan menyesatkan publik.
Dalam keterangan resmi yang diterima media ini, Senin (24/11/2025), Komandan Kodim 1630/Manggarai Barat, Letkol Inf Budiman Manurung, menegaskan bahwa pemberitaan yang beredar—bahkan dari media yang tidak berkantor di Manggarai Barat—tidak memiliki basis fakta lapangan yang valid.
“Berita yang menyebut ada anggota kami berinisial LMFP melakukan intimidasi, ancaman, atau membekingi pihak tertentu sama sekali tidak benar. Yang bersangkutan sedang menjalankan tugas sesuai fungsi dan tanggung jawabnya sebagai aparat teritorial,” ujar Letkol Inf Budiman Manurung.
Dandim menilai pemberitaan tersebut tidak berimbang karena tidak menyertakan konfirmasi dari pihak Kodim sebelum ditayangkan.
“Tuduhan seperti itu bisa mencemarkan nama baik institusi TNI dan menyesatkan opini publik,” tambahnya.
TNI Hadir Sesuai Tupoksi Pengamanan
Pihak Kodim 1630 menjelaskan bahwa kehadiran personel TNI di sekitar Bukit Kerangan semata-mata bertujuan menjaga kondusivitas keamanan wilayah.
Hal ini dilakukan untuk mencegah potensi gesekan antarwarga akibat sengketa lahan yang sedang berproses hukum di pengadilan, serta adanya aksi penutupan jalan sepihak oleh sekelompok masyarakat di area sengketa.
“Anggota kami hadir untuk memastikan situasi kondusif, bukan untuk berpihak pada siapa pun. Tidak ada perintah ataupun tindakan yang bersifat memihak,” jelas Dandim. Ia menegaskan TNI menjunjung tinggi netralitas dan tidak memiliki kewenangan mencampuri urusan perdata.
Klarifikasi Intel Kodim Soal Foto Viral
Menanggapi pemberitaan spesifik di Tabloidmantap.com tertanggal 17 November 2025 yang berjudul “Oknum Intel Kodim Bak Koboy Penguasa Labuan Bajo, Pamer Senjata Api Diduga Buat Intimidasi Pemilik Tanah”, anggota Intel Kodim 1630 berinisial LMFP menyampaikan bantahan keras.
LMFP merasa dirugikan atas pemberitaan yang dinilai mendiskreditkan TNI tersebut. Menurutnya, gambar yang ditampilkan dalam berita tidak faktual dan tidak berkaitan dengan sengketa lahan 3,1 hektar di Kerangan.













