Dalam momentum tersebut, Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran berkesempatan berdialog langsung dengan Presiden melalui virtual. la menyampaikan rasa dan ucapan terima kasih masyarakat Kalteng atas kebijakan dan keberpihakan Presiden kepada petani.
“Dengan kebijakan bapak Presiden menetapkan harga gabah Rp. 6.500-, per kilogram, sangat dirasakan oleh masyarakat. Begitupun dengan ketersediaan pupuk, saat ini sangat mudah didapat, sehingga meringankan beban para petani,” ungkap Agustiar singkat.
Sementara Bambang Irawan,S.,St.,Pi Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, memberikan tanggapannya bahwa dirinya sangat mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan melalui Program Optimalisasi Lahan dan Cetak Sawah Rakyat.
Lebih lanjut ia menjelaskan Target Cetak Sawah Pada tahun 2025, Insya Allah Indonesia bisa menargetkan cetak sawah seluas 2,2 juta hektare, termasuk di Kalimantan Tengah.
“Hal ini adalah Upaya Meningkatkan Ketahanan Pangan Pemerintah menggencarkan berbagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan, khususnya komoditas padi,” pungkas Bambang.
Sebagai informasi, berdasarkan data Survei Kerangka Sampel Area (KSA) BPS, untuk Bulan April 2026 Kalteng pada area lahan seluas ±11.341 Ha, untuk produksi padi 37.745 Ton GKG setara produksi beras ±22.420 Ton Beras tersebar di beberapa kabupaten diantaranya Kapuas seluas ± 2.895 ha, Barito Utara seluas ±1.166 ha, Seruyan seluas ±1.426 ha, Pulang Pisau seluas ±1.893 ha, Barito Timur seluas ±1.245 ha, Kotawaringin Timur seluas +904 ha, Katingan +924 ha, dan Barito Selatan +563 ha.













