Frans meminta Pemerintah pusat untuk memberikan atensi khusus terhadap polemik mafia tanah di Labuan Bajo. Menurutnya, kerja kerja mafia tanah dapat merugikan banyak pihak jika dibiarkan dan diberantas secara serius.
“Kami meminta pemerintah pusat, bapak presiden Prabowo untuk tuntaskan persoalan mafia tanah yang ada di Manggarai Barat. Kami yang punya lahan bersertifikat di dihalangi oleh mafia tanah,” pintanya
Selain Frans, Rudy Sembiring juga mengungkapkan hal serupa. Sebagai, salah satu pemilik lahan bersertifikat di Toro Bembe, dirinya tak tinggal diam dengan perilaku mafia tanah yang memasang portal sepihak menuju lahan miliknya yang dinilai merugikan dirinya.
“Saya punya lahan di dalam dua bidang bersertifikat. Oleh karena itu, secara khusus saya meminta atensi dari Presiden Prabowo untuk membersihkan mafia tanah dari Kota Pariwisata Super premium,” ungkap Rudy
Vinsen Taso Disebut Dalam Polemik Portal Toro Bembe
Rudy Sembiring sebagai salah satu pemilik lahan bersertifikat di Toro Bembe menyebut Vinsen Taso sebagai salah satu pihak yang diduga terlibat dalam persoalan pemasangan Portal sepihak di akses jalan masuk menuju lahan miliknya bersama Frans Subur dan lainnya.
Ia menyebut, berdasarkan rentetan peristiwa yang ia kumpulkan, Vinsen Taso disinyalir sebagai pihak yang dengan sengaja memasang Portal.
” Per 6 Maret 2023 saya mendatangi lokasi hendak melihat dan melakukan persiapan untuk geliat pembangunan, saya dilarang dan dihadang oleh saudara Vinsen Taso. Beliau mengatakan bahwa saya tidak boleh masuk karena mereka yang membangun portal itu di lahan mereka. Waktu saya tanya bukti kepemilikan dan ia mengarahkan lupa dibawa dan saya diarahkan untuk menemui Pak Moses dan pak Edu Gunung,” terang Rudy













