Ia terkesan lempar handuk atas persoalan di sana. Ia mengaku bahwa dirinya hanyalah pemilik perusahaan.
“Saya hanya pemilik perusahan, yang urus di Lembor itu perwakilan. Kalau mau tahu kepastian langsung tanya ke PLN, karena itu hari sebelum mereka lakukan pekerjaan di Lembor Selatan itu, di kampung Pau itu, perginya sama-sama dengan orang PLN di Lembor” ujarnya.
“Jadi yang menentukan itu orang…” katanya sambil memutuskan sambungan telepon.













