
Ia menjelaskan, kategori kemiskinan ekstrem yakni warga yang memiliki pengeluaran per hari setara US$ 1,99 purchasing power parity sesuai indikator internasional atau dalam konversi ke rupiah adalah Rp11.818 sampai Rp12.000 atau memiliki pengeluaran Rp358 ribu per bulan.
Ia memaparkan, kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.
Kemiskinan ekstrem ini ditemukan pada penduduk yang komplek seperti lansia yang tinggal sendiri, orang yang tidak bisa bekerja dan bermacam-macam.
Selain itu, orang yang butuh bantuan untuk mengurangi beban hidupnya karena tidak bisa berbuat banyak karena berbagai keterbatasan yang dimiliki.
“Kemiskinan ekstrem yang komplek, orang yang tinggal sendiri, lansia, orang sudah tidak bisa kerja apa-apa, dan macam-macam. Maka dia dibantu dengan mengurangi beban hidupnya dengan bantuan dan sebagainya,” paparnya.













