Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi NTT, Viktor Pance selama ini peran pelaku pariwisata lebih banyak pada edukasi kepada wisatawan.
Ia mengatakan sebagai tour guide, pihaknya wajib memberikan informasi kepada wisatawan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan ketika berada di setiap obyek wisata di kawasan konservasi TNK.
“Seperti tidak membuang sampah disembarang tempat, jangan merusak karang, jangan mengambil sesuatu dari kawasan konservasi. Wisatawan hanya boleh menikmati keindahan alam. Selain itu pelaku pariwisata juga konsen dengan kebersihan lingkungan. Asosiasi kita selama ini terlibat dalam aksi membersihkan sampah di kawasan TNK,” ungkapnya.
Sementara Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies/ASITA) Manggarai Raya Evodius Gonsomer menyebut pihaknya sudah mengusulkan one gate one sistem dalam konservasi di TNK.
“Kita kan pernah usulkan one gate one sistem, Pemda sudah menyambut baik, karena dari instansi terkait bisa berada di sana memantau apakah ini sudah berjalan dengan baik atau tidak, kemudian yang tidak baik perlu diperbaiki,” ungkapnya.













