Kata Rizal, salah satu jenis sumber bahan baku lokal yang dapat dikembangkan potensinya adalah bambu. Nusa Tenggara Timur tercatat memiliki 19 jenis bambu, khususnya di Pulau Flores dan Sumba yang empat di antaranya merupakan jenis bambu endemik.
”Penanaman bambu yang berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan Yayasan Bambu Lestari tersebut merupakan komitmen IFG dan anak perusahaan untuk mendukung upaya peningkatan perekonomian masyarakat, sekaligus mengatasi isu lingkungan,” ujar Rizal.
Data menunjukkan, tanaman bambu bisa tumbuh lebih cepat dibandingkan jenis tanaman lain dan memproduksi lebih banyak oksigen. Bambu juga merupakan bahan baku kerajinan yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan bahan bangunan untuk menggantikan kayu yang jumlahnya di hutan alam makin terbatas. Selain itu, rumpun bambu juga dapat menyimpan cadangan air yang sangat diperlukan masyarakat Manggarai Barat, terutama saat musim kemarau.













