“@rikardusgopong: Pelayanan yang bagaimana, lawak melulu, tu tamu di Padar sekarang pada panjat tebing, naik tidak ikut jalur trekking, staff dari Flobamor cuman bisa liat harus disuruh terus untuk ditegur tamu yang jalan sembarang baru bergerak.”
“@risnohardi: Fasilitas juga diperhatikan dong, ranger local juga ditambah kuantitasnya, sering sekali kekurangan ranger di Pulau Komodo.”
“@Kokoamabajo: Krisis naturalist guide, buat tamu kita menunggu lama sampai 30 menit, rebutan guide, saling lempar isu kewalahan guide baik dari demitri maupun korlap, tamu 20 pax yang handle 1 naturalis guide, dermaga juga tidak ada yang atur keluar masuknya kapal maupun speed, sehinggah skoci kapal juga lama.menunggu, beberapa naturalis guide belum well trained, ect. Ini beberapa drama TNK kita”
Sebelumnya, Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Hendrikus Rani berharap agar PT Flobamor terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada para wisatawan. Hendrikus juga menyoroti terkait sejumlah sarpras yang dianggap tidak layak dan perlu dibenahi pada.
Hal ini disampaikan Kepala BTNK mengingat PT Flobamor sesuai kesepakatan bersama BTNK dalam hal kerjasama penguatan fungsi Kawasan Konservasi TN Komodo memiliki kewajiban untuk membenahi serta meningkatkan kualitas sejumlah sarpras pada sejumlah destinasi wisata.
“Kita bergerak dari komitmen dasar yang tertuang dalam PKS. Disitu termuat jelas bahwa kehadiran Flobamor itu dalam rangka penguatan fungsi pengelolaan Taman Nasional Komodo sehingga kewajiban kewajiban itu dalam rangka itu sudah pasti diarahkan untuk penguatan fungsi taman nasional bukan untuk melemahkan dan komitmen itu harus dijaga.” Ujar Hendrikus beberapa waktu yang lalu.
Hendrikus mengatakan dalam beberapa aspek komitmen yang sudah dinyatakan dalam PKS tersebut masih banyak hal yang belum direalisasikan oleh PT Flobamor.













