“Akhirnya jadilah gusur jalan menuju perkebunan Nua Rutung. Dari situ warga Golo Leleng yang sebagian besar ada di Indrong ini merasa berutang budi kepada pihak PT. Karya Adhi Jaya dan karena itulah kami membolehkan PT.Karya Adhi Jaya untuk berinvestasi di Desa Golo Leleng,” kata alumnus SMAK Ignatius Loyola Labuan Bajo itu.
Kades Golo Leleng mengatakan, pada bulan Januari lalu ada sekelompok warga mengirimkan surat kepadanya yang berisi agar meninjau kembali titik koordinat yang ada kelebihan sekitar 200 meter ke arah Timur.
“Jadi surat itu bukan untuk menolak kehadiran PT.Karya Adhi Jaya berinvestasi di Golo Leleng, tetapi hanya untuk meluruskan terkait kelebihan 200 meter ke arah Timur itu,” kata pria yang menjabat Kepala Desa Golo Leleng masuk ke periode kedua itu.
Monaldus mengatakan, walaupun pihaknya dan warga sudah menyambut baik kehadiran PT.Karya Adhi Jaya namun sampai saat ini perusahaan tersebut belum melakukan penambangan dan penjualan karena Izin Usaha Penambahan (IUP Produksi) sedang diproses.
Di tempat terpisah, Yohanes Jhoni, tokoh adat kampung Indrong menyampaikan apreasiasi atas kehadiran PT. karya Adhi Jaya di Desa Golo Leleng. Apreasisi tersebut disampakan perihal pihak PT. Karya Adhi Jaya yang telah memberikan kontribusi untuk warga setempat dengan membuka dan membangun akses jalan.













