“Jadi prinsipnya bukan menyasar pada money oriented justru karena kita ini BUMD Provinsi NTT kalaupun ada keuntungan pasti akan kembali lagi ke pemerintah dan juga lebih meningkat pada quality opservice. Quality Opservis ini yang perlu kita utarakan atau kita sosialisasikan kepada publik lewat media sosial, pendekatan informal, dan lain-lain,” ucapnya
Ia juga mengatakan kenaikan tarif ini tentunya telah melalui analisa komprehensif dan pertimbangan-pertimbangan substansif namun tidak berdasarkan pada hitungan-hitungan.
“Kenaikan tarif ini tentunya telah melalui analisa komprehensif dan pertimbangan-pertimbangan substansif namun tidak berdasarkan pada hitungan-hitungan. Okelah kita berdasarkan pada hitungan-hitungan namun pada satu sisi lain kita harus memperhatikan etika yaitu kembali mengkonsultasikan kepada teman-teman,” ujarnya.
Sebagai pribadi dan juga pimpinan PT Flobamor, Abner menyampaikan permohonan maaf kepada para pelaku pariwisata atas ketidaknyamanan dalam beberapa tahun terakhir terkait adanya perubahan harga jasa pemanduan.
“Saya menyampaikan permohonan maaf secara pribadi dan sebagai pimpinan PT Flobamor dengan adanya hal-hal yang beberapa tahun terakhir ini kita saling memanas di lapangan karena adanya perubahan harga dan lain-lain itu sekali lagi saya menyampaikan permohonan maaf. Memang secara legal kita berhak menaikkan harga pemanduan namun secara etika mungkin itu tidak etis dan alangkah baiknya saya mengundang semua pelaku pariwisata untuk melakukan konsultasi publik terlibat dahulu,” pungkasnya













