Lebih lanjut ia menjelaskan, sensus pertanian dilakukan dengan pendekatan rumah tangga untuk mendapatkan usaha pertanian perorangan di rumah tangga yang dikunjungi. Proses penjaringan rumah tangga Tani dengan bahan dasar prelist atau preprinted atau dokumen L1 yang berisikan daftar nama keluarga/rumah tangga yang berada dalam satu wilayah SLS /RT untuk mengecek keberadaan bangunan dan rumah tangga sekaligus penjaringan usaha pertanian.
“Pendataan ST2023 dilakukan melalui dua metode. Yang pertama adalah metode door to door untuk daerah konsentrasi pertanian dan metode snowball untuk daerah non konsentrasi pertanian. Cakupan pendataan sensus pertanian tahun 2023 meliputi subsektor tanaman pangan hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan, perikanan dan jasa pertanian lainnya,” jelasnya.
Menurut Ade Sandi, dalam pendataan sensus pertanian menggunakan 3 kuesioner untuk menjaring kegiatan usaha pertanian. Pertama adalah dokumen usaha pertanian perorangan (UTP), Kedua, adalah Usaha Pertanian Berbadan Hukum (UPB) dan Ketiga, adalah usaha pertanian lainnya (UTL).
Pendataan usaha pertanian perorangan di wilayah nonkonsentrasi pertanian, kata Sandi dilakukan dengan metode Snowball atau informasi getok tular dari informasi narasumber seperti ketua RT, tokoh masyarakat setempat dan lain-lain.
“Hal ini berbeda untuk wilayah konsentrasi pertanian yang dilakukan dengan door to door, semua bangunan tempat tinggal di kunjungi untuk proses penjaringan usaha pertanian,” katanya.
Selain itu, pendataan usaha pertanian di daerah perkotaan dengan metode snowball salah satunya untuk menjaring urban farming yang sekarang mulai menggeliat di perkotaan. mengingat keterbataan lahan.
“Misal menggunakan media hidrophonik untuk tanaman sayuran yang lebih higienis,” cetusnya.
Oleh sebab itu, kata dia, untuk wilayah konsentrasi pertanian dilakukan pendataan dengan cek keberadaan rumah tangga sekaligus usaha pertanian untuk diketahui apa saja yang dikelola oleh rumah tangga yang dikunjungi.













