Pasalnya, lembaga pendidikan yang berasaskan kekatolikan tersebut tidak menutup kesempatan untuk semua generasi lintas agama untuk mengenyam pendidikan di SMAK ST. Ignola Labuan Bajo.
“Hingga saat ini, siswa/I kami, tidak hanya beragama Katolik, tetapi juga ada yang beragama Islam, Protestan dan Hindu. Dalam nuansa perbedaan ini, kami selalu menanamkan nilai toleransi,” kata P. Agustinus
Selanjutnya, Boni Hargens pada sesi bincang ringan dengan tegas menjelaskan soal kondisi bangsa hari ini, terkhusus soal potensi gerakan kelompok tertentu yang ingin mengubah ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Bahwa hari ini, ada kelompok-kelompok tertentu yang ingin mengubah filosofi/ideologi bangsa Indonesia demi tercapainya tujuan mereka,”beber Alumni Seminari Kisol tersebut kepada Pelajar Ignola
Ia pun berpesan kepada pelajar Ignola sebagai generasi muda agar tetap menjaga PANCASILA, NKRI dan terus bertoleransi.
Dalam kesempatan ini juga, Boni Hargens berkesempatan berdialog dengan beberapa siswa, dalam bahasa Inggris dan Jerman. Beliau sangat terpukau dengan kemampuan anak-anak ini dalam berbahasa ASING.













