Sementara itu, H. Sa’ud Ahmad selaku Narasumber pada giat tersebut menceritakan kepada pelajar Ignola tentang pengalamannya sebagai seorang muslim dalam meresmikan salah satu rumah ibadah (Gereja) di Anam, Desa Bulan, Kecamatan Ruteng.
Tak lupa, H Sa’ud Ahmad mengapresiasi keterbukaan SMAK Loyola untuk menerima siswa non-katolik di lembaga pendidikan ini. Bagi dia, inilah nilai-nilai Pancasila yang harus tetap dijaga oleh seluruh rakyat Indonesia, terutama kaum pelajar.













