Oleh:Servasius S. Ketua
Harianlabuanbajo– Tragedi tenggelamnya kapal wisata di Selat Padar bukan sekadar peristiwa kecelakaan laut. Ia adalah pintu masuk bagi Manggarai Barat untuk melakukan refleksi mendalam dan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola kepariwisataan, khususnya aktivitas wisata dan transportasi laut di perairan Labuan Bajo. Tragedi ini menyadarkan kita bahwa yang dipertaruhkan bukan hanya kelancaran layanan wisata, tetapi keselamatan manusia—nilai paling fundamental dalam pembangunan apa pun.
Dalam beberapa tahun terakhir, publik disuguhi rentetan peristiwa kecelakaan laut: kapal tenggelam, kapal terbakar, kapal rusak di tengah pelayaran,hingga kapal mogok saat cuaca ekstrem. Jika dilihat secara terpisah, masing-masing peristiwa mungkin tampak sebagai insiden teknis. Namun jika dirangkai secara utuh, ia membentuk pola yang mengkhawatirkan dan menuntut analisis komprehensif, bukan respons sektoral atau reaktif.










