“Bagi guru dan siswa di sini mereka sangat terbantu dengan adanya penerangan ini, mereka belajar lebih nyaman sekarang. Apalagi digunakan selama 24 jam sangat terbantu sekali,” ungkapnya.
Selain Jemm, salah satu pengguna PLTS, Aswadi mengungkapkan hal yang sama. Ia mengatakan kehadiran listrik tenaga surya itu sangat membantu untuk kebutuhan warga setempat.
Ia menjelaskan, dengan kehadiran PLTS itu di rumahnya sekarang sudah bisa memakai mesin cuci, blender dan setrika listrik
“Alhamdulillah sekarang tidak seperti biasanya. Sekarang setelah datangnya PLTS sudah sangat senang tidak kaya dulu. Sebelumnya kita pakai genset, jam 10 malam mati. Jadi kita mau pakai kapasitas yang lainnya tidak bisa atau mau cas hp full tidak bisa. Sekarang alhamdulilah sekarang aman, ” kata Aswadi
“Saya sangat senang dan sangat membantu buat keluarga saya. Apalagi anak-sekolah sekarang setelah ada penerangan belajarnya jadi rutin,” lanjutnya.
Berawal dari kunjungan keluarga
Romo Beny berharap dengan adanya listrik di Pulau Medang bisa buat banyak hal terutama anak-anak generasi baru untuk belajar.
Dirinya mengisahkan bahwa ia sudah lama mendengarkan cerita warga tentang kondisi infrastruktur pedesaan yang ada di Pulau Medang.
Pulau Medang, kata dia, masih terpencil. Tidak ada jaringan listrik di sana. Sangat memprihatinkan.
“Ketika saya mengadakan kunjungan kekeluargaan di Pulau Boleng, masyarakat di sana menceritakan tentang pulau Medang ini,” kenangnya.
Berawal dari kunjungannya ke Pulau Boleng, kini warga Pulau Medang telah menikmati listrik tenaga surya.
David sebagai sponsor kegiatan Lebaran bersama dan peresmian lampu tenaga surya menyampaikan apresiasi kepada Romo Beny yang telah menjembatani niat tulusnya untuk membantu warga di Pulau.













