“Saya berterima kasih kepada Romo Beny Jaya. Melalui Romo Beny, kami bisa membantu merealisasikan kerinduan saya untuk membantu listrik bagi orang susah.
Ketika Romo Beny membawa kami ke pulau ini, kami langsung jatuh hati untuk membantu. Kami membantu bukan karena kami kaya dan mencari untung tapi ini adalah passion kami,” ungkap Davia.
Sementara Dany meminta warga pulau Medang agar merawat PLTS yang ada.
“Kami minta supaya setiap pemilik PLTS harus bisa menjaga alat ini. Bersihkan lempengannya. Jaga baik-baik agar tidak dicuri orang. Kalau ada alat yang rusak harap melaporkan kepada teknisinya,” pinta Dani.
Acara peresmian PLTS
Asisten I Pemkab Manggarai Barat meresmikan PLTS secara simbolik dengan menyalakan lampu yang ada di Masjid. Acara ini dipandu oleh imam Masjid di pulau Medang.
“Data kami tahun 2020, dari sekitar 75.000 Desa di Indonesia, ada 433 Desa yang belum menikmati aliran listrik, termasuk di pulau Medang, dan pulau pulau lain serta desa desa yang ada di pulau Flores , termasuk Manggarai Barat. Karena itu, kami berharap agar pak David, pak Dani dan Romo Beny juga membantu desa lainnya”, kata Asisten I.
Senada, Ketua NU sekaligus Wakil Ketua MUI Manggarai Barat, H. Ishak M Jabi mengatakan, bantuan PLTS ini merupakan bentuk kemaslahatan umat. Bantuan untuk kepentingan umum.
“Kami sangat mendukung dan siap bekerja sama pada program- program selanjutnya. Harapan kami, program ini membawa manfaat dan akan terus berlanjut.
Menjawab harapan tersebut, Romo Beny Jaya menginformasikan bahwa untuk penambahan listrik bagi keluarga yang membutuhkan telah diajukan, yaitu 60 KK yang tersebar di kampung Pontianak, kampung Pasir Panjang, kampung Pisang serta pulau Gugusan dan Kerorah.
“Tapi saya hanya mengajukan dan keputusannya ada pada donatur” katanya.













